ABSTRAK
Hepatitis B
adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). Penyakit ini salah satu
penyebab tingginya angka kematian dan kesakitan
dibeberapa negara. Penyakit hepatitis B dapat terjadi pada semua umur dan jenis kelamin. Untuk mengetahui
karakteristik penderita hepatitis B rawat inap di RSUD Rantau Prapat Kabaupaten Labuhan Batu tahun
2006-2009, dilakukan penelitian deskriptif
dengan desain case series. Populasi adalah seluruh penderita rawat inap di RSUD Rantau Prapat Kabupaten Labuhan Batu
sebanyak 104 orang, jumlah sampel adalah
seluruh populasi. Analisa statistik dilakukan dengan uji Chi-square, ttest, dan
Anova. Proporsi
berdasarkan sosiodemografi yaitu kelompok umur 4-13 tahun 26,0%, laki-laki 63,5%, suku Jawa 46,2%, agama Islam 70,2%, SLTA
55,1%, wiraswasta 37,5%, kawin 61,2%,
kota Rantau Prapat 71,2%.
HBsAg positif yaitu dengan proporsi 100%, berstatus ikterus 76,0%, tipe akut 76,9%, kadar SGOT dalam kategori tinggi 45,2%, kadar SGPT dalam kategori tinggi 45,2%, lama rawatan ratarata 7,66 hari, pulang berobat jalan 65,4%. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara proporsi umur dengan tipe hepatitis B (p=0,520), umur dengan kadar SGOT (p=0,680), umur dengan SGPT (p=0,997), jenis kelamin dengan kadar SGOT (p=0,262), jenis kelamin dengan kadar SGPT(p=0,267),. Ada perbedaan proporsi lama rawatan rata-rata dengan keadaan sewaktu pulang (p=0,000), lama rawatan rata-rata dengan tipe hepatitis B (p=0,000). Tidak dapat diuji dengan menggunakan uji Chi-square karena terdapat 4 sel (50%) memiliki nilai expected <5. Pihak rumah sakit diharapkan memberikan anjuran kepada penderita hepatitis B untuk melakukan pemeriksaan kadar HbsAg, kadar SGOT dan SGPT secara berkala, memberikan anjuran kepada anggota keluarga penderita hepatitis B agar melakukan medical check-up untuk mencegah penularan hepatitis B, meningkatkan program imunisasi hepatitis B, dan melengkapi pencatatan kartu status terutama pada pendidikan, pekerjaan, dan status perkawinan.
HBsAg positif yaitu dengan proporsi 100%, berstatus ikterus 76,0%, tipe akut 76,9%, kadar SGOT dalam kategori tinggi 45,2%, kadar SGPT dalam kategori tinggi 45,2%, lama rawatan ratarata 7,66 hari, pulang berobat jalan 65,4%. Tidak ada perbedaan yang bermakna antara proporsi umur dengan tipe hepatitis B (p=0,520), umur dengan kadar SGOT (p=0,680), umur dengan SGPT (p=0,997), jenis kelamin dengan kadar SGOT (p=0,262), jenis kelamin dengan kadar SGPT(p=0,267),. Ada perbedaan proporsi lama rawatan rata-rata dengan keadaan sewaktu pulang (p=0,000), lama rawatan rata-rata dengan tipe hepatitis B (p=0,000). Tidak dapat diuji dengan menggunakan uji Chi-square karena terdapat 4 sel (50%) memiliki nilai expected <5. Pihak rumah sakit diharapkan memberikan anjuran kepada penderita hepatitis B untuk melakukan pemeriksaan kadar HbsAg, kadar SGOT dan SGPT secara berkala, memberikan anjuran kepada anggota keluarga penderita hepatitis B agar melakukan medical check-up untuk mencegah penularan hepatitis B, meningkatkan program imunisasi hepatitis B, dan melengkapi pencatatan kartu status terutama pada pendidikan, pekerjaan, dan status perkawinan.
Skripsi Ilmu Kesehatan Masyarakat: Karakteristik Penderita Hepatitis B Rawat Inap
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar