ABSTRAK
Nostalgia masa
lalu berupa tata Kota Medan nan mengagumkan bukanlah mimpi dan sekedar omong kosong belaka, namun memang
benar-benar pernah ada dan nyata. Melihat
kondisi terkini Kota
Medan sepertinya mustahil
jika Kota Medan dahulunya pernah dijuluki Parijs van Soematera. Untuk itu, julukan Parijs
van Soematera perlu dideklarasikan kembali
di tengah masyarakat kota
Medan sebagai bentuk
pelestarian terhadap warisan
peninggalan bersejarah sebagai
identitas kota Medan.
Proyek Parijs van Soematra kemudian diusulkan untuk menjadi solusi permasalahan yang ada. Perencanaan difokuskan pada kawasan jalan Hindu dan jalan Ahmad Yani VII yang memiliki potensi. Dengan merevitalisasi melalui penambahan fungsifungsi baru namun tetap mempertahankan keeksistensian bangunan-bangunan peninggalan sejarah, kawasan ini akan menjadi magnet baru bagi masyarakat kota Medan dan kembali “hidup” sebagai perwujudan Parijs van Soematra yang pernah populer pada era kolonia Belanda dahulu.
Proyek Parijs van Soematra kemudian diusulkan untuk menjadi solusi permasalahan yang ada. Perencanaan difokuskan pada kawasan jalan Hindu dan jalan Ahmad Yani VII yang memiliki potensi. Dengan merevitalisasi melalui penambahan fungsifungsi baru namun tetap mempertahankan keeksistensian bangunan-bangunan peninggalan sejarah, kawasan ini akan menjadi magnet baru bagi masyarakat kota Medan dan kembali “hidup” sebagai perwujudan Parijs van Soematra yang pernah populer pada era kolonia Belanda dahulu.
Proposal Skripsi Arsitektur: Parijs van Soematra
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar