Abstrak
Etnis Tionghoa
di Medan memiliki perjalanan sejarah yang panjang dalam perkembangan Kota Medan
sehingga perlu ada
suatu upaya mengabadikan
dan melestarikannya. Menurut
BPS Medan tahun 2010, etnis
Tionghoa menempati urutan ke-3 sebesar 10.65 % setelah Jawa dan Toba. Dengan demikian, eksistensi kekayaan
kultur perlu dilestarikan agar tidak dimakan oleh zaman. Mengingat
keberadaan Kota Medan sebagai salah satu kota destinasi pariwisata
internasional, maka diperlukan
suatu museum – seperti
telah disebutkan dalam
latar belakang – mendedikasikan keberagaman
etnis Kota Medan,
khususnya etnis Tionghoa.
Diharapkan dengan perancangan museum tersebut, menjadi landmarkbaru bagi masyarakat Kota Medan, menunjang pariwisata lokal maupun regio Pusat Kota, serta menjadi wahana pendokumentasian sebagaimana hakekat dari suatu museum kebudayaan. Disamping itu, diharapkan menambah wawasan tentang kebudayaan etnis Tionghoa di Kota Medan bagi masyarakatnya sendiri serta wisatawan lokal maupun asing.
Diharapkan dengan perancangan museum tersebut, menjadi landmarkbaru bagi masyarakat Kota Medan, menunjang pariwisata lokal maupun regio Pusat Kota, serta menjadi wahana pendokumentasian sebagaimana hakekat dari suatu museum kebudayaan. Disamping itu, diharapkan menambah wawasan tentang kebudayaan etnis Tionghoa di Kota Medan bagi masyarakatnya sendiri serta wisatawan lokal maupun asing.
Proposal Skripsi Arsitektur: Medan Chinese Cultural Museum (Neo-Vernacular Architecture)
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar