ABSTRAK
Penurunan kinerja perawat akan
mempengaruhi mutu pelayanan kesehatan.
Studi oleh Direktorat Keperawatan dan Keteknisian Medik Depkes RI bekerjasama dengan WHO tahun 2000 di 4 provinsi
di Indonesia, yaitu DKI Jakarta,
Sumatera Utara, Sulawesi Utara dan Kalimantan Timur, menemukan bahwa masih banyak perawat belum memiliki
uraian tugas secara tertulis, perawat tidak
pernah mengikuti pelatihan dalam 3 tahun terakhir, perawat masih melaksanakan tugas non keperawatan, serta
belum dikembangkan system monitoring dan
evaluasi kinerja perawat. Tujuan utama supervisi ialah untuk lebih meningkatkan kinerja bawahan, bukan untuk
mencari kesalahan.
Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi sejauh mana pengaruh pelaksanaan supervisi terhadap kinerja perwat pelaksana di ruang
rawat inap Rumah Sakit Malahayati Medan.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 74 orang.
Untuk memperoleh informasi dari responden,
peneliti menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner. Hasil penelitian didapat bahwa 86,5% pelaksanaan
supervisi sudah dalam kategori baik dan
83,8% kinerja perawat pelaksana sudah dalam kategori baik. Analis Pengaruh Pelaksanaan Supervisi Kepala Ruangan Terhadap
Kinerja Perawat Pelaksana,diukur dengan
menggunakan uji Chi Square p= 0,03 (<0,05). Sehingga kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan ada
pengaruh yang bermakna antara pelaksanaan
supervisi kepala ruangan dengan kinerja perawat pelaksana.
Disarankan pada penelitian
selanjutnya agar melakukan penelitian dengan menggunakan metode observasi untuk mengurangi
bias pada hasil penelitian.
Proposal Skripsi Keperawatan: Pengaruh Pelaksanaan Supervisi Kepala Ruangan terhadap Kinerja Perawat Pelaksana
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar