Abstrak
Seiring penuaan selain
terjadi penurunan fungsi
fisik, umumnya terjadi kemunduran daya
ingat dan kecerdasan.
Akibatnya, proses berpikir
menjadi lamban, sulit konsentrasi,
dan kemampuan daya
ingat menurun. Pada
lansia, penurunan kemampuan otak dan tubuh membuat tubuh mudah jatuh
sakit, pikun, frustrasi. Salah satu cara
untuk mengatasi hal
ini adalah dengan
terus menstimulasi otak. Tujuan
pada penelitian ini
adalah untuk mengidentifikasi pengaruh senam
otak terhadap peningkatan
daya ingat lansia
di Panti Werdha Karya Kasih Mongonsidi
Medan. Desain penelitian
dalam penelitian ini
adalah pre-eksperimental dengan keseluruhan responden terdiri dari
kelompok intervensi.
Besar sampel
dalam penelitian ini
adalah 9 orang.
Metode pengambilan sampel yang digunakan
adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Instrumen penelitian
yang digunakan berupa
kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE). Hasil penelitian
menunjukkan karakteristik responden dengan jenis
kelamin terbanyak adalah
perempuan (88,9%). Responden
berada pada rentang usia
65–80 tahun. Sebagian
besar responden memiliki
pendidikan terakhir pada tingkat
Sekolah Dasar (33,3%)
dengan suku bangsa
terbanyak adalah Cina (77,8%).
Responden pada penelitian
ini sebagian besar
menderita penyakit
hipertensi (55,6%) dengan
lama menderita penyakit
selama 1–5 tahun terakhir (44,4%). Dan dari 9 orang responden yang menderita penyakit tertentu, sebanyak 7
orang responden masih
menjalani pengobatan yang
intensif. Uji statistik yang
digunakan dalam penelitian
ini adalah uji paired t-tes untuk membandingkan daya
ingat responden sebelum
dan sesudah dilakukan
senam otak. Berdasarkan hasil analisa data uji paired t-test diketahui
bahwa responden yang mengikuti kegiatan
senam otak mengalami
peningkatan daya ingat
yang signifikan, nilai
p=0,005 (p<0,05). Dengan
demikian dapat dibuat
kesimpulan bahwa ada pengaruh
senam otak terhadap
peningkatan daya ingat
lansia. Dari hasil penelitian
terbukti bahwa hipotesa
alternatif (Ha) diterima,
yaitu ada pengaruh senam
otak terhadap peningkatan daya ingat
lansia di Panti
Werdha Karya Kasih Mongonsidi Medan. Saran untuk penelitian selanjutnya
adalah agar responden dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol
agar dapat diketahui perbandingan pengaruh
senam otak tersebut
pada kelompok yang dilakukan
intervensi. Selain itu, responden yang diambil sebagai sampel penelitian adalah lansia
yang mengalami dimensia
dan kerusakan ingatan
berat agar dapat diidentifikasi sejauh mana senam otak
ini mampu meningkatkan daya ingat pada lansia yang mengalami dimensia dan
kerusakan ingatan berat.
Proposal Skripsi Keperawatan: Pengaruh Senam Otak Terhadap Peningkatan Daya Ingat Lansia
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar