Abstrak
Ketidakmampuan sosialisasi adalah
ketidakmampuan individu untuk bersikap dan bertingkahlaku yang dapat diterima oleh
lingkungan sosialnya. Kemunduran fungsi
sosial di dalam diagnosa keperawatan jiwa disebut isolasi sosial. Salah satu upaya yang dapat dilakukan agar meningkatkan
kemampuan sosialisasi adalah penerapan
strategi pertemuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan strategi pertemuan isolasi sosial
terhadap kemampuan sosialisasi klien di
RSJ Provinsi Sumatera Utara Medan. Desain penelitian adalah quasi eksperimen. Besar sampel ditentukan
berdasarkan tabel power analysis dengan jumlah
sampel 26 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria sampel
klien dengan masalah utama isolasi sosial,
kooperatif dan sedang dirawat di RSJ Provsu Medan.
Instrument penelitian yang digunakan berupa kuesioner data demografi
dan lembar observasi kemampuan
sosialisasi. Pengumpulan data dilakukan selama 2 minggu. Hasil pengumpulan data diuji menggunakan uji paired
t-test yang digunakan untuk membandingkan kemampuan sosialisasi klien pre
dan post penerapan strategi pertemuan
isolasi sosial pada kelompok intervensi dan untuk membandingkan ada atau tidaknya perbedaan kemampuan sosialisasi
pada kelompok kontrol.
Berdasarkan hasil analisa data
uji unpaired t-test diketahui bahwa ada pengaruh penerapan strategi pertemuan isolasi sosial
terhadap peningkatan kemampuan sosialisasi
klien dengan nilai p=0.000 (p<0,05). Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh perawat dalam memberikan
asuhan keperawatan jiwa. Perawat dapat
menerapkan strategi pertemuan isolasi sosial
dengan serius dan rutin menggunakan
metode pendekatan agar hasil yang ingin dicapai maksimal.
Proposal Skripsi Keperawatan:Pengaruh Penerapan Strategi Pertemuan Isolasi Sosial terhadap Kemampuan Sosialisasi Klien
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar