ABSTRAK
Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara kriteria dan prosedur pemberian kredit yang berlaku secara
umum dengan kriteria dan prosedur pemberian
kredit yang digunakan oleh PT. Panin Bank, Tbk, Cabang Medan, dan untuk mengetahui keefektifan metode pengawasan
kredit modal kerja yang digunakan oleh
pihak Panin Bank Cabang Medan dalam mengawasi jalannya kredit yang telah diberikan kepada nasabahnya. Jenis penelitian
yang dilakukan adalah penelitian studi kasus yang dilandasi oleh teori yang mendukung terhadap prosedur
pemberian dan pengawasan kredit modal
kerja.Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: data primer, yaitu data yang dikumpulkan langsung dari perusahaan
yang masih memerlukan pengolahan lebih
lanjut oleh penulis, seperti :
contoh laporan keuangan debitur,dan data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk dokumentasi, seperti sejarah singkat perusahaan dan struktur organisasi perusahaan, informasi tentang : kriteria dan prosedur pemberian kredit, serta metode pengawasan yang digunakan oleh pihak Panin Bank. Metode penganalisaan data digunakan dengan menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam memberikan jasa kredit kepada nasabahnya, pihak PT. Panin Bank, Tbk, Cabang Medan telah menggunakan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia. Pengawasan kredit yang dilakukan oleh PT. Panin Bank, Tbk, Cabang Medan, dapat dikatakan efektif, dimana hal ini dapat dilihat dari ratio NPL ( Non Performing Loan ), yaitu sebesar 3,54 % per 31 Desember 2004 tetapi mengalami peningkatan menjadi 4,15 % per 31 Desember 2005 dan kembali mengalami penurunan menjadi 3,44% per 31 Desember 2006. Hal ini sesuai dengan surat Edaran Bank Indonesia nomor SE No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004, dikatakan bahwa tingkat NPL yang dikatakan baik apabila kurang dari 5 %. Demikian juga dengan ratio ROL, yaitu dari tahun 2004 ke tahun 2005 mengalami penurunan dari 23,74 % pada tahun 2004 menjadi 18,42 % pada tahun 2005 dan meningkat menjadi 25,52 % pada tahun 2006.
contoh laporan keuangan debitur,dan data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk dokumentasi, seperti sejarah singkat perusahaan dan struktur organisasi perusahaan, informasi tentang : kriteria dan prosedur pemberian kredit, serta metode pengawasan yang digunakan oleh pihak Panin Bank. Metode penganalisaan data digunakan dengan menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam memberikan jasa kredit kepada nasabahnya, pihak PT. Panin Bank, Tbk, Cabang Medan telah menggunakan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia. Pengawasan kredit yang dilakukan oleh PT. Panin Bank, Tbk, Cabang Medan, dapat dikatakan efektif, dimana hal ini dapat dilihat dari ratio NPL ( Non Performing Loan ), yaitu sebesar 3,54 % per 31 Desember 2004 tetapi mengalami peningkatan menjadi 4,15 % per 31 Desember 2005 dan kembali mengalami penurunan menjadi 3,44% per 31 Desember 2006. Hal ini sesuai dengan surat Edaran Bank Indonesia nomor SE No. 6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004, dikatakan bahwa tingkat NPL yang dikatakan baik apabila kurang dari 5 %. Demikian juga dengan ratio ROL, yaitu dari tahun 2004 ke tahun 2005 mengalami penurunan dari 23,74 % pada tahun 2004 menjadi 18,42 % pada tahun 2005 dan meningkat menjadi 25,52 % pada tahun 2006.
Proposal Skripsi manajemen: Pengawasan Kredit Modal Kerja dengan Menggunakan metode Pasif pada PT. Panin Bank
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar