ABSTRAK
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia, tidak
terlepas dari kesalahan konsepsi
pembangunan ekonomi masa lalu. Kebijakan yang berorientasi pada pengembangan usaha berskala besar, justru
semakin melemahkan tatanan ekonomi nasional.
Ketergantungan usaha besar pada komponen usaha besar pada komponen impor dan modal
asing menyebabkan mereka rentan terhadap
fluktuasi nilai tukar rupiah, ketika krisis ekonomi melanda bangsai ini. Di Pajak Horas terdapat berbagai
pedagang mikro (usaha kecil) yang
berjualan pakaian dan barang-barang non pakaian dengan konsumen yang cukup ramai. Wirausahawan merupakan seorang
pejuang yang tangguh, pada awalnya
mungkin dia membangun usahanya untuk memenuhi kebutuhannya hidupnya sendiri, tetapi begitu usahanya
berkembang, maka wirausahawan itu dapat
menjadi penolong bagi beberapa orang maupun banyak orang.
Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM)
merupakan isu yang sangat menarik untuk
dicermati dan disikapi. Hal ini dapat dilihat pada saat krisis melanda, dimana banyak pengusaha besar yang gulung
tikar, akan tetapi sebagian besar Usaha
Kecil Menengah (UKM) tetap eksis sampai sekarang. Metode yang digunakan dalam
analisis ini adalah metode analisis regresi
dan Metode analisis kualitatif melalui analisis regresi berganda dan dilengkapi dengan pengujian asumsiklasik.
Responden yang digunakan adalah pedagang
pakaian pada Pajak Horas dengan jumlah responden 30 (tiga puluh) responden yang diambil melalui
metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada
pengaruh yang positif dan signifikan
terhadap variabel peluang dan variabel emosional serta pengaruh yang negatif dan tidak signifikan untuk
variabel modal, pendidikan, dan pengalaman
terhadap memulai usaha kecil pada Pajak Horas.
Proposal Skripsi manajemen: Analisis Faktor-Faktor yang Mendorong Wirausahawan Memulai Usaha Kecil pada Pasar
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar