ABSTRAK
Perilaku nyeri merupakan perilaku yang muncul
setelah mempersepsikan nyeri.
Mengobservasi langsung perilaku
nyeri merupakan cara pengukuran yang menghasilkan
nilai yang akurat. Dalam mengobservasi perilaku nyeri penting untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi perilaku nyeri sehingga dapat
dikontrol agar hasil pengukuran perilaku nyeri benar dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana perilaku nyeri yang diekspresikan oleh pasien post operasi di RSUP
H. Adam Malik Medan.Penelitian ini menggunakan desain
deskriptive, sampel diambil dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 23
orang. Instrumen yang digunakan berupa
kuesioner demografi dan protokol observasi perilaku nyeri (Pain Behavior Observation Protocol).
Dari hasil penelitian didapatkan
hampir dua pertiga responden (69,6%) mengekspresikan
perilaku nyeri pada tingkat sedang, diikuti oleh perilaku nyeri rendah (17,4%) dan hanya (13%) responden yang
mengekspresikan perilaku nyeri di
tingkat tinggi, sedangkan dari kelima parameter perilaku nyeri yang diukur sighing
(menghela napas) adalah perilaku yang paling berkontribusi terhadap perilaku nyeri yang diekspresikan oleh
responden (M = .73, SD = .44), sedangkan perilaku braching (pergerakkan tubuh yang
kaku) merupakan perilaku nyeri yang kontribusinya
paling rendah terhadap perilaku nyeri yang diekspresikan oleh responden (M= .34, SD= .48).
Manfaat dari penelitian ini
adalah dapat memberikan informasi dan pengetahuan yang lebih baik untuk perawat dalam memberikan
pelayanan kesehatan yang berkaitan
dengan fenomena nyeri, perawat tidak hanya fokus kepada nyerinya saja, tetapi harus fokus juga terhadap
perilaku nyeri pasien sehingga perawat dapat
memanajemen nyeri pasien menjadi lebih baik
Proposal Skripsi Keperawatan: Perilaku Nyeri Pasien Post Operasi
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar