ABSTRAK
Angka Kematian Ibu di Indonesia tahun 2007
sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup dan
Angka Kematian Ibu di Sumatera Utara tahun 2008 sebesar 290 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu penyebabnya
terkait dengan persalinan yaitu partus lama (5%). Suami adalah calon terkuat untuk
mendampingi istrinya selama proses persalinan.Kebanyakan suami yang mau
melakukan ini masih bersifat sukarela dan mungkin hanya sebagian kecil suami yang bersedia untuk itu.
Kehadiran dan dukungan dari suami dapat mempengaruhi
proses persalinan. Ini mengurangi
kecemasan seorang wanita dan memungkinkannya
menghadapi proses kelahiran secara lebih efisien. Kehadiran suami ini menjelang
saat melahirkan akan membuat istri lebih tenang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana peran serta suami
selama proses persalinan istrinya.
Desain penelitian yang digunakan
ini adalah deskriptif crossectional. Dengan besar sampel sebanyak 56 orang dengan metode
pengambilan sampel consecutive sampling dan analisis data yang digunakan adalah univariat.
Karakteristik usia responden mayoritas adalah 26-30 tahun 27 orang
(48,2%). Pendidikan responden mayoritas SMA 38 orang (67,9%). Pekerjaan
responden mayoritas adalah wiraswasta 39 orang (69,6%).Dari hasil analisis data secara
univariat, diperoleh peran dukungan fisik suami yaitu berperan baik sebanyak 47 orang (83,9%) dan
peran dukungan moril suami yaitu berperan
baik sebanyak 45 orang (80,4%). Maka dapat disimpulkan bahwa kehadiran dan peran serta suami selama proses persalinan
istrinya sangatlah penting karena berpengaruh
terhadap semangat yang dibutuhkan ibu dalam menjalani persalinan dan kelahiran bayinya. Dukungan fisik dan dukungan
moril terutama dari suami berdampak positif
bagi keadaan psikis ibu yang berpengaruh pada kelancaran proses persalinan.Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar