Abstrak
Harga diri rendah merupakan salah
satu masalah keperawatan utama yang sering ditemukan pada pasien gangguan jiwa di Rumah
Sakit Jiwa Daerah Provsu Medan. Untuk
mengatasi masalah harga diri rendah, perawat dapat memberikan tindakan keperawatan dengan menggunakan strategi pelaksanaan komunikasi terapeutik harga diri rendah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi
pelaksanaan komunikasi terhadap kemampuan pasien harga diri rendah dalam meningkatkan harga diri dengan
menggunakan uji t-test.
Penelitian yang dilakukan
merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) menggunakan desain pre-post, dengan jumlah sampel 22 orang dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol
masing-masing berjumlah 11 orang dengan
menggunakan teknik purposive sampling.
Intervensi yang dilakukan adalah
dengan menerapkan strategi pelaksanaan komunikasi untuk melaksanakannya pada kelompok intervensi yang
terdiri dari dua sesi pertemuan.
Instrumen yang digunakan adalah
kuesioner untuk mengukur kemampuan kognitif
dengan metode wawancara dan lembar observasi penilaian kemampuan psikomotor yang telah diuji validitas dan
reliabilitasnya. Hasil penelitian unpaired-test
menunjukkan hasil yang sama yaitu p = 0.000 (p < 0.05), artinya ada perbedaan kemampuan kognitif dan
psikomotor paasien dalam meningkatkan harga
diri pre-post test pada kelompok kontrol
dan kelompok intervensi.
Kesimpulan dari penelitian ini
adalah penerapan startegi pelaksanaan komunikasi harga diri rendah dapat membantu meningkatkan
kemampuan kognitif dan psikomotor pasien
dalam meningkatkan harga diri.
Proposal Skripsi Keperawatan:Pengaruh Strategi Pelaksanaan Komunikasi pada Pasien Harga Diri Rendah terhadap Kemampuan Pasien dalam Meningkatkan Harga Diri
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar