ABSTRAK
Sindrom pre-menstruasi merupakan
kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita
yang terjadi akibat perubahan hormonal pada tahap luteal dari siklus
menstruasi. Sekitar 20-40% wanita yang mengalami
PMS selalu merasa kurang sehat selama menjelang menstruasi.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik sindrom premenstruasi (PMS) dan pengaruhnya terhadap aktivitas
belajar mahasiswi Fakultas Keperawatan
USU. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu simple
random sampling.
Pengumpulan data dimulai dari
tanggal 26 Juli 2010 sampai dengan 9 Agustus 2010 di Fakultas Keperawatan USU terhadap 93
responden. Data diperoleh dari kuesioner
yang terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian pertama tentang karakteristik responden, bagian kedua tentang karakteristik
sindrom premenstrusi (PMS), dan bagian
yang ketiga tentang aktivitas belajar. Data dianalisa secara komputerisasi dengan menggunakan uji chi-square.Berdasarkan hasil penelitian,
karakteristik PMS yang dialami mahasiswi yaitu sebanyak 35 orang (37,6%) menderita PMS tipe
A, dan 34 orang (36,6%) PMS tipe D. Sebagian besar aktivitas belajar mahasiswi
berada pada rentang terganggau, yaitu 78
orang (83,9%). Hasil analisa pengaruh karakteristik sindrom premenstruasi (PMS) dengan aktivitas belajar
mahasiswi Fakultas Keperawatan USU
dengan uji chi-square didapat nilai p value adalah 0,773 yang berarti bahwa tidak terdapat pengaruh yang bermakna antara
karakteristik PMS dengan aktivitas belajar
mahasiswi Fakultas Keperawatan USU. Maka perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui faktor yang
menyebabkan karakteristik PMS dapat mengganggu
aktivitas belajar.
Proposal Skripsi Keperawatan:Karakteristik Sindrom Premenstruasi (PMS) dan Pengaruhnya Terhadap Aktivitas Belajar
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar