Abstrak
Dukungan keluarga sangat
diperlukan oleh penderita gangguan jiwa dalam memotivasi mereka selama perawatan dan
pengobatan. Hal yang dapat memicu kekambuhan
dan memperpanjang proses perawatan gangguan jiwa antara lain penderita tidak minum obat secara teratur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan
kepatuhan pasien minum obat di
Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Utara. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif
korelasi. Dengan menggunakan teknik
accidental sampling sebanyak 32 orang responden berpartisipasi dalam penelitian ini.
Instrumen penelitian terdiri
dari (1) kuesioner karakteristik responden,
(2) kuesioner dukungan keluarga, dan (3) kuesioner kepatuhan minum obat. Uji reliabilitas cronbach alpa pada
kuesioner dukungan keluarga r = 0,755 dan
kuesioner kepatuhan minum obat r = 0, 767. Hasil penelitian menunjukan bahwa 65,6% responden memberikan dukungan
keluarga berada pada tingkatan yang baik
65,6%, 12,5% cukup dan 21,9% kurang. Sementara itu 62,5% pasien gangguan jiwa patuh meminum obat dan 37,5%
tidak patuh meminum obat. Hasil analisa
statistik menunjukan bahwa dukungan keluarga berhubungan secara positif dengan kepatuhan pasien minum obat (r
= 0,566; p = 0,01). Hal ini bermakna
bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien minum obat. Dapat disimpulkan semakin tinggi
dukungan keluarga dalam pengawasan minum
obat maka kepatuhan pasien dalam minum obat
juga semakin tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu perawat dan keluarga untuk memberikan informasi yang
benar dan mendukung perawatan pasien
dengan gangguan jiwa.Proposal Skripsi Keperawatan:Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pasien Minum Obat
Downloads Versi PDF >>>>>>>Klik Disini
Bab I
|
Downloads
| |
Bab II
|
Downloads
| |
Bab III - V
|
Downloads
| |
Daftar Pustaka
|
Downloads
| |
Lampiran
|
Downloads
|

0 komentar